CaraMenghilangkan Distorsi Lensa Wide, Chromatic Abberation & Vignetting Menggunakan Lightroom CC Pada video ini kita membagikan tutorial proses editing menggunakan software Lightroom untuk mengkoreksi masalah distorsi lensa, chromatic abberation dan juga vignetting yang sering kita jumpai pada saat kita memotret menggunakan lensa wide.
Denganpanjang fokal 20mm membuat lensa ini cocok buat kamu penggemar landscape ataupun buat memotret milky way. Bukaan cukup besar di f/2.8 akan membantu kamu saat memotret dalam kondisi low light. Harga lensa E 20mm f/2.8 ini berada di kisaran Rp 2.999.000. Lebih murah dari lensa 50 dan 35mm di atas. 4. Sony E 30mm f/3.5 Macro Lens
Misalnyakamu punya lensa fix 50mm dengan f/1.4, maka gunakan selalu f/1.4 nya. Itu akan membuat foto kamu memiliki dimensi yang sangat bagus, selain itu dof yang didapat juga sempit tapi memimliki bokeh yang bagus. 2. Ketahui dof dari lensa kamu. Berhubungan dengan yang di atas, dof sangat berkaitan dengan berapa f yang digunakan.
Tipsmemotret pemula, Info lomba fotografi review kamera digital dan DSLR . Teknik dasar photography untuk pemula: Fotografi, Kamera DSLR, Shutter Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil..Cara Menentukan Fokus pada Kamera DSLR yang Benar.
BeliLensa Tamron 17-50mm dengan menjual kit Canon 18-55mm, serta mempertahankan Tamron Tele 75-300mm. Beli lensa sapu jagad Tamron 16-300mm, dengan menjual kit Canon 18-55mm & Tamron 75-300mm. Nah pertanyaan yang cukup membuat bingung PB untuk dimintai masukan juga nich, pasalnya jadi ikutan galau .
Terkadangjuga saat kita memotret landsekap banyak sekali hal kecil yang terlupakan saat memotret. Berikut ini tips memotret landscape sederhana. Waktu terbaik. Mungkina anda tahu tentang "golden time" atau waktu terbaik untuk memotret, waktu satu jam menjelang dan dua jam setelah matahari terbit, serta dua jam menjelang matahari tenggelam
Lensakamera ini berukuran 18-15mm dan memberikan karakteristik natural. Bila ingin memotret landscape, disarankan untuk memakai lensa wide angle. Lensa ini dapat digunakan untuk menangkap subject luas di ruang sempit. Saat memotret landscape menggunakan lensa ini akan memberikan efek luas pada object foto yang dibidik.
iYK1sh. Saat ini, banyak sekali penggunaan teknik fotografi makro yang dilakukan oleh fotografer handal maupun yang masih pemula. Teknik ini memungkinkan Anda untuk memotret objek dengan sangat detail dan memperbesar gambarnya secara signifikan. Nah, dalam artikel ini akan kami berikan panduan tentang teknik fotografi makro menggunakan kamera HP. Untuk itu, langsung saja simak artikel ini sampai habis ya. Teknik Fotografi MakroMengapa Harus Memakai Teknik Fotografi MakroJenis-Jenis Lensa MakroCara Kerja Teknik Fotografi MakroKeuntungan Menggunakan Teknik Fotografi MakroManfaat Teknik Fotografi MakroTips Fotografi Makro dengan Kamera HPTips Memotret dengan Kamera HPJenis-jenis Foto Makro dengan Kamera HPFoto KomposisiFoto Close-UpFoto Wide AngleKesimpulan Teknik Fotografi Makro Teknik Fotografi Makro adalah teknik pengambilan gambar yang memperkecil ukuran dari sebuah objek atau benda dan menghasilkan gambar yang bersifat close-up pada satu bagian benda tersebut. Teknik ini menggunakan lensa khusus yang dirancang untuk memperbesar bagian detail yang ingin difokuskan. Dalam fotografi makro, fokus pada benda bisa mengubah keseluruhan karakteristik dan keindahan dari objek tersebut menjadi sangat menonjol dan terkesan menawan. Mengapa Harus Memakai Teknik Fotografi Makro Ada beberapa alasan mengapa Anda harus menggunakan teknik fotografi makro untuk memotret objek atau benda. Pertama, dengan menggunakan teknik makro, Anda bisa memperbesar ukuran objek sehingga detailnya bisa diambil dengan sangat baik. Hal ini sangat bermanfaat jika objek yang ingin Anda ambil fotonya adalah objek yang kecil dan detailnya sulit dilihat dengan mata telanjang. Kedua, teknik makro memungkinkan Anda untuk memfokuskan detail pada satu bagian dari objek. Dengan cara ini, Anda bisa membuat gambar yang sangat menawan dan menunjukkan keindahan dari sebuah objek. Jenis-Jenis Lensa Makro Ada beberapa jenis lensa makro yang dapat Anda gunakan untuk mengambil gambar dengan teknik fotograf makro. Jenis lensa makro yang sering digunakan adalah lensa Nikkor micro yang memiliki kelebihan pada ketajaman gambar dan kualitas. Lensa 50mm f/ atau 50mm f/ juga sering digunakan karena harganya yang terjangkau dan hasil gambar yang cukup memuaskan. Namun, Anda juga bisa menggunakan lensa khusus makro dengan kualitas yang lebih baik dan kecocokan dengan kamera yang beragam. Cara Kerja Teknik Fotografi Makro Cara kerja teknik fotografi makro adalah dengan memfokuskan lensa pada bagian kecil dari objek yang ingin diambil gambarnya. Hal ini akan membantu meningkatkan detail gambar dan menghasilkan gambar yang jelas dan tajam. Selain itu, teknik fotografi makro juga memanfaatkan kedalaman lapangan atau depth of field DOF agar menghasilkan gambar dengan latar belakang yang buram dan fokus pada objek yang ingin dicurahkan perhatiannya. Keuntungan Menggunakan Teknik Fotografi Makro Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan teknik fotografi makro. Pertama, teknik ini memungkinkan Anda untuk mengambil gambar objek dengan detail yang tinggi sehingga hasilnya bisa lebih menawan dan menarik perhatian. Kedua, teknik makro juga memungkinkan Anda untuk mengambil gambar dengan latar belakang yang buram sehingga objek yang ingin dicurahkan perhatiannya menjadi lebih menonjol. Ketiga, teknik makro juga memungkinkan Anda untuk bermain dengan perspektif dan menghasilkan gambar yang berbeda dengan sudut pandang yang unik. Manfaat Teknik Fotografi Makro Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari teknik fotografi makro adalah Anda bisa memperbesar objek dengan detail tinggi yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Teknik ini juga memungkinkan Anda menghasilkan gambar yang tajam dan jelas serta menampilkan detail pada bagian objek yang ingin dicurahkan perhatiannya. Selain itu, teknik fotografi makro juga memungkinkan Anda untuk bermain dengan perspektif dan menghasilkan gambar dengan sudut pandang yang unik dan menarik. Tips Fotografi Makro dengan Kamera HP Kini, dengan kemajuan teknologi, memotret dengan teknik makro tidaklah sulit. Anda juga bisa menggunakan kamera HP sebagai alternatif pembuatan foto makro. Berikut beberapa tips fotografi makro dengan kamera HP Gunakan obyek kecil dengan detail yang halus seperti tanaman, serangga, atau barang kecil lainnya Pilih hp yang Anda gunakan dengan kualitas kamera yang memadai Pilih mode makro pada kamera hp Perhatikan pencahayaan, gunakan pencahayaan yang cukup untuk memperjelas detail objek. Gunakan tripod untuk menjaga tetap stabil. Perhatikan fokus atau spot, fokus pada bagian objek dengan detail yang paling menarik agar menjadi titik fokus utama. Menggunakan auto white balance dan ISO rendah dapat membantu mengurangi noise pada gambar. Jenis-jenis Foto Makro dengan Kamera HP Ada beberapa jenis foto makro yang dapat dihasilkan dengan menggunakan kamera HP, diantaranya Foto Komposisi Foto komposisi adalah jenis foto makro yang menggabungkan beberapa objek dalam satu frame atau gambar. Foto ini biasanya dibuat untuk menunjukkan banyak objek dengan detail yang sangat halus dalam satu gambar. Foto Close-Up Foto close-up adalah jenis foto makro yang memfokuskan bagian kecil dari objek atau benda. Teknik ini menghasilkan gambar dengan detail tinggi sehingga gambar tersebut terlihat tajam dan jelas. Foto Wide Angle Foto wide angle adalah jenis foto makro yang memfokuskan pada objek utama dengan latar belakang yang lebar. Teknik ini menghasilkan gambar dengan nuansa yang lebih dramatis dan menampilkan detail yang lebih tajam. Kesimpulan Begitulah penjelasan mengenai teknik fotografi makro menggunakan kamera HP. Dalam fotografi, teknik makro sangat membantu dalam menghasilkan gambar yang menawan dan menarik perhatian. Selain itu, Anda juga bisa menghasilkan gambar makro dengan menggunakan kamera HP yang memiliki kualitas kamera yang memadai. Semoga panduan ini bermanfaat dan menginspirasi Anda dalam memotret objek-objek dengan teknik makro yang menawan.
Beberapa monitor LCD ViewSonic mendukung mode Landscape dan monitor LCD Anda mendukung fitur ini, Anda dapat beralih mode dengan memutar layar monitor seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah mengubah gambar di Windows Desktop, ikuti instruksi di bawah iniBuka menu Start dan klik "Control Panel." Klik " Adjust Screen Resolution" untuk melihat bagian Screen Resolution pada Control Panel. Klik menu drop-down "Orientation" untuk menampilkan display daftar pilihan "Landscape," "Portrait," "Landscape Flipped" dan "Portrait Flipped."
Si raja bokeh, atau latar belakang blur adalah julukannya. Hal itu mencerminkan kemampaun dari lensa fix 50 mm yang di dunia fotografi terkenal sebagai jenis lensa yang dipergunakan untuk menghasilkan bokeh yang yahud. Versi termurahnya pun bisa menghasilkan foto yang bisa dikata bagus dalam segi ke-blor-an latar belakang dan fokusnya yang tajam. Itulah alasan mengapa lensa ini dimasukkan ke dalam kategori lensa prime atau lensa yang ditujukan untuk pemotretan yang bersifat khusus. Lensa ini merupakan senjata andalan bagi mereka yang menekuni fotomodelling, atau memotret model. Tidak dipertanyakan lagi hasilnya. Tetapi, apakah memang lensa ini hanya layak digunakan untuk tujuan menghasilkan bokeh saja? Tidak kah bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya seperti memotret pemandanganlanskap? Kenyataannya tidak demikian. Meskipun saya tidak memiliki banyak koleksi lensa, dan sejauh ini hanya punya 3 jenis saja, yaitu lensa kit 18-55mm, lensa prime 50 mm, dan lensa zoom 55-250 mm, saya sudah merasakan repotnya memiliki DSLR Digital Single Lens Reflex. Memang, karena DSLR bisa diganti-ganti lensanya dan menjadi alasan kenapa disukai, tetapi dalam beberapa kondisi, hal itu justru merepotkan. Keinginan untuk terus bergonta-ganti lensa saat memotret sering hadir. Pada akhirnya, hal itu justru terasa mengganggu juga. Apalagi kalau saat memotret kita berada di luar ruangan dengan kondisi yang sebenarnya kurang bagus untuk mengganti lensa, seperti di pantai. Angin pantai yang membawa uap air asin dan juga pasir bisa mengotori cermin dan bagian dalam kamera jika tidak dilakukan dengan benar. Semakin sering berganti kamera kemungkinan itu akan semakin besar. Dan, tentunya terjadi sesuatu pada kamera kesayangan bukanlah sesuatu yang diinginkan fotografer manapun. Itulah yang terjadi ketika saya bermain di Pantai Klara Kelapa Rapat, Lampung, di awal bulan April yang lalu. Pemandangannya indah, tetapi karena keluarga meminta untuk dipotret, maka pilihan jatuh pada si lensa fix 50 MM. Niatnya supaya latar belakangnya menjadi agak blur, atau full blur lah. Cocok buat memotret obyek tunggal. Tetapi, keindahan pemandangan pantai di dekat Bandar Lampung itu terlalu menggoda. Saya tertarik untuk mengambil beberapa shoot. Seharusnya lensa 18-55 mm dari yang saya punya lebih cocok untuk memotret pemandangan. Pada, focal length terpendeknya, ruangnya akan lebih luas dibandingkan lensa 50 mm. Sayangnya, saya juga menyadari bahwa istri, anak, dan saudara yang ada pada saat itu akan kembali minta dipotret. Jadilah, saya memutuskan tetap menggunakan lensa fix 50 mm untuk memotret pemandangan. Bagaimana hasilnya? Silakan lihat sendiri di dalam tulisan ini. Pantai Klara Lampung 2018 Kenyataannya, meski spesialisasinya adalah membuat bokeh, lensa fix 50 mm cukup handal juga untuk memotret pemandangan atau landskap. Ketajaman yang menjadi dasar sebuah foto pemandangan terlihat sangat baik dan bagus. Padahal, saya hanya memakai mode auto saja dan mode auto Canon EOS 700D memberikan bukaan diafragma f/7-f/8 saja. Sama sekali tidak mengecewakan. Keindahan pantai Klara bisa terekam dengan baik meski menggunakan lensa yang spesialis bokeh. Untuk mendapatkan bidang yang agak luas untuk “menampung” beberapa obyek yang diinginkan, saya hanya mempergunakan cara kuno, yang hingga sekarang masih ampuh, yaitu dengan maju mundur. Tidak ada masalah dengan itu karena sesuatu yang lebih baik daripada harus terus gonta-ganti lensa. Lagipula, bukankah memang seharusnya begitu seorang fotografer? Tidak malas dalam mencari sudut pemotretan? Jadi, pengalaman ini menunjukkan, lensa adalah lensa. Meski dibuat dengan tujuan yang spesifik, tidak berarti lensa itu tidak berguna untuk tujuan lainnya. Kreatifitas pemegang kameranya lah yang menentukan hal itu.
Jakarta - Beberapa waktu lalu, Leica merilis tiga lensa wide terbaru. Dan seperti generasi sebelumnya, tiga-tiganya lensa fix alias tidak bisa di-zoom. Masing-masing yakni Summicron-M 35mm f/2, Summicron-M 28mm f/2, dan Elmarit M 28mm f/2, peluncuran itu, terlihat Leica hendak mempertahankan genre lensa fix untuk menjaga standar kualitas fotografi. Bukan karena harganya yang relatif lebih mahal, namun karena ketajaman, akurasi dan cara bertutur yang lebih representatif dari lensa Leica, banyak pabrikan membuat lensa fix meski tetap mengandalkan pertumbuhan lensa zoom. Sebab, banyak kalangan terutama pemula fotografi menilai lensa fix terdengar membingungkan - apapun mereknya tidak hanya Leica saja. Alasan utamanya karena lensa fix tidak bisa maju mundur sehingga tidak bisa mendekatkan subjek yang jauh. Perempuan cantik di balkon atau para gadis payung di lintasan balap tidak bisa dijepret dengan close up. Pertanyaannya, bagaimana cara menikmati dan memaksimalkan lensa wide fix dengan 'keterbatasan' tersebut?Pertama, rasakan sensasi memotret dengan nyaman dengan fokus pada subjek foto yang ada di depan mata. Beberapa pengguna lensa fix membatasi pada subjek yang berada di tiga atau empat meter di depan lensa. Selain itu, lupakan. Kenyamanan ini membuat pikiran fotografer tidak ke mana-mana. Tak perlu berfikir general dengan memperhatikan hal-hal menarik dari landscape sampai detil dan close up. Dari subjek di kejauhan hingga yang terdekat di depan hidung. Otak menjadi lebih rileks untuk menemukan momen dengan cepat, fotojenik, karena tidak bisa zoom, mau tidak mau harus mendekat ke subjek untuk memperoleh hasil foto maksimal. Nah, menyapa dan berinteraksi langsung bakal memberikan sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. Nikmati proses komunikasi tersebut dengan riang dan tulus bukan karena keharusan mendapatkan foto terbaik. Percayalah, ketulusan dan kekuatan emosi tersebut bakal tergambar dari foto yang dihasilkan. Gambar bakal lebih jernih, bersuara dan mempunyai karakter yang kuat. Ketiga, manfaatkan kelebihan aperture lensa fix dengan efektif. Cobalah gunakan pada aperture favorit seperti f/1,8, f/2,8, f/5,6, f/9, f/11 dan f/13. Pada diafragma tersebut, lensa fix teruji dengan ketajaman gambar baik untuk lansekap diafragma terkecil atau detil/close up diafragma terbesar.Kenapa bisa begitu? Tidak lain karena sistem lensa fix tidak serumit lensa zoom. Sehingga kinerja lensa mampu menghasilkan gambar yang lebih efektif, detail dan dengan itu, lensa fix yang biasanya mempunyai diafragma besar f/1,4 atau f/2,8 sangat membantu untuk pemotretan pada kondisi temaram lowlight. Sekaligus membuat efek bokeh yang patut diandalkan. Speed kamera pun bisa lebih cepat sehingga gambar goyang/shake bisa gunakan lensa wide fix untuk sesi foto yang direkomendasikan seperti streetphotogaphy, traveling, portrait dan dokumenter. Sementara untuk genre foto yang tidak memungkinkan seperti photojournalist, wildlife maupun sport photograhy dapat hindari dulu. Dengan mengetahui penggunaan yang tepat, lensa lebar tanpa zoom ini bisa menghasilkan gambar yang maksimal. Memotretpun menjadi menyenangkan dan membuat semangat tersendiri. Ari/ash
Cara Memotret Landscape – Landscape dalam bahasa Indonesia adalah bentang alam. Cabang ilmu fotografi yang mempelajari foto bentang alam disebut juga sebagai landscape photography. Cara memotret landscape tidak hanya diminati oleh fotografer profesional saja, DIYKamera yakin fotografer yang bermodalkan smartphone juga pasti akan mempunyai keinginan mengabadikan bentang alam yang indah misalnya gunung, pantai, desa, laut, dan lainnya. Jika kita menggali lebih dalam lagi, fotografi landscape itu tidak semudah yang kita bayangkan. Seorang fotografer ditantang untuk dapat memberikan hasil yang senatural mungkin dan ia harus dapat membuat viewer merasakan aura dan seolah-olah hadir atau berada pada lokasi tersebut. Nah lalu bagaimana cara memotret landscape dengan indah?Cara Memotret LandscapeLalu bagaimana cara memotret landscape yang benar sehingga hasilnya bagus? Disini kami akan memberikan tips dan trik dalam memotret foto landscape yang mungkin bisa berguna bagi anda objek yang akan dipotretDalam cara memotret landscape ini anda harus menentukan objek mana yang akan anda potret, apakah anda akan memotret air terjun, perkotaan, jalan raya, jalan tol, laut, aliran sungai, ombak, pegunungan, tumbuhan, dan lain-lain. Jika anda sudah terfokus ke satu objek, anda bisa mencari referensi mengenai foto landscape objek tersebut tapi ingat jangan sampai plagiasi ya!, anda bisa mendapatkan referensinya dari internet atau majalah peralatan yang diperlukanTentunya anda harus mempersiapkan seperangkat peralatan kamera dan tas kameranya agar kamera anda terjaga dari kerusakan yang mungkin dapat disebabkan oleh kecelakaan teknis di alam. Ingat juga! Fotografi landscape adalah fotografi di alam yang tidak memungkinkan anda untuk menemukan aliran listrik secara bebas, oleh karena itu anda harus menyiapkan setidaknya 1 baterai cadangan pada kamera sehingga dalam pemotretan ketika kamera anda low battery, anda hanya tinggal mengganti baterainya saja. Dalam cara memotret landscape ini selain baterai, peralatan tambahan lainnya seperti tripod atau kaki tiga juga kadang dibutuhkan agar teknis pemotretannya lancar. Tripod akan membuat kamera lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan kedua tangan anda, kestabilan kamera akan membuat hasil gambar menjadi tajam dan sesuai dengan yang diinginkan. Jika ada, anda juga bisa menyiapkan filter ND atau shutter speed, ISO, dan apertureNah kita memasuki cara memotret landscape yang keempat. Memotret objek landscape yang berbeda juga berarti anda harus mengatur shutter speed, ISO, dan aperture yang berbeda pada kamera DSLR tersebut. Misalnya jika anda ingin memotret air terjun anda bisa menggunakan aperture f/22, shutter speed 2,5 detik, ISO 100, dengan focal length lens 22 mm bergantung kamera dan lensa yang anda miliki, memotret air terjun harus menggunakan shutter speed yang lambat dan dibutuhkan filter ND atau polarisasi agar hasilnya lebih dramatis dan lebih baik lagi. Pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture untuk landscape berupa laut, ombak, dan yang lainnya pun berbeda lupakan objek di sekelilingNah pada cara memotret landscape ini yang tidak kalan penting adalah jika anda sudah memfokuskan suatu objek pada fotografi landscape, jangan pernah melupakan objek di sekeliling yang menjadi background. Contohnya, jika anda berniat untuk memotret laut, anda baiknya memotret langitnya atau pasirnya untuk mempercantik hasil foto anda, jika anda hanya memotret lautnya saja, kesan datar atau flat akan timbul pada foto anda. Oh ya! Jangan lupakan foreground, memotret objek dengan foreground seperti tanah atau bebatuan juga merupakan hal yang menarik dan menjadi point of interest suatu fotografi landscape dan cobalah eksperimenMenghasilkan foto yang bagus dalam fotografi landscape membutuhkan otak yang kreatif dan eksperimen yang berani. Misalnya, untuk mendapatkan foto air terjun yang bagus anda harus mendapatkan angle yang bagus pula, bisa saja itu didapat ketika anda memotret di depan air terjun dimana medannya adalah sungai yang agak dalam airnya, anda harus berani dan rela berkorban demi itu. Misalnya juga ketika anda akan memotret sunrise dan sunset, tentunya anda harus rela untuk bangun pagi atau menunggu golden hour tersebut bukan?Itulah beberapa cara yang dapat anda terapkan dalam cara memotret landscape, semoga informasi yang DIYKamera sampaikan ini bermanfaat bagi anda semua!
cara memotret landscape dengan lensa fix